Tampilkan postingan dengan label curhatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

Tentang 2015

Assalamualaikum

Tak terasa tahun 2015 telah berganti dengan tahun 2016. Bener-bener waktu satu tahun rasanya cepet banget. Memang sih kalau kita mengisi waktu dengan hal-hal yang penting maka waktu akan terasa cepat begitu pula sebaliknya. 

Eniwei, setiapa tahun baru, kebanyakan orang membuat resolusi apa yang akan dicapai di tahun berikutnya kemudian di akhir tahun di evaluasi lalu membuat lagi yang baru. Ya, saya juga melakukan itu dan di sini saya ingin mengevaluasi apa saja resolusi yang sudah dicapai dan belum dicapai di tahun 2015. Sebagian besar alhamdulillah belum tercapai dan sebagian tercapai namun dengan waktu yang tidak sesuai deadline hiks. Resolusi yang tercapai namun dengan waktu yang tidak sesuai deadline yaitu : wisuda, . Alhamdulillah wisuda tahun 2015 tercapai meskipun meleset dari rencana awal yang ingin wisuda April namun apadaya Allah mengijinkan saya wisuda bulan Agustus wiches memang waktu yang tepat karena wisudanya setelah lebaran sehingga ada waktu untuk mempersiapkan printilan-printilan wisuda hoho. 

And then yang ga kesampaian. Duh malu karena sebagian besar tidak bisa kesampaian karena banyak faktor. Ga perlu disebut disini cukup dalam hati saja dan berdoa supaya tahun 2016 dapat terwujud. Aaamiiin.

Oiya di tahun 2015, juga ada pencapaian yang tak terduga seperti berhasil menang lomba artikel. Itu bener-bener iseng aja mengisi waktu luang disamping cari kerja (hiks). Itu pertama kalinya saya ikutan lomba nulis. Kenapa ga dari dulu sih ikutan lomba begituan kan hadiahnya lumayan. Andai waktu bisa kembali, sayangnya ga mungkin huhu.

semoga tahun 2016 adalah tahun yang baik. Can't wait to see what good on me in 2016.

Rabu, 16 September 2015

Memantaskan Diri (untuk) : Jodoh dan Karir

Asslamualaikum

Postingan ini disponsori oleh kegalauan 22nd girl yang baru saja diwisuda. Yap sudah tepat sebulan semenjak euforia itu dan emm saya masih disini. Di Tembalang. Di Rumah. 

Sedih sih tapi mau gimana lagi.Saya sudah apply online, Saya sudah dua kali ikut jobfair di UGM Yogyakarta dan me drop aplikasi ke beberapa perusahaan namun sayang sekali belum ada yang lolos hingga akhir padahal beberapa teman saya  lolos ke test tahap selanjutnya. Hal ini membuat saya ikut senang atas keberhasilan mereka tapi juga envy (astaghfirullahaladzim). Untuk membuang rasa envy yang ntar ujungnya dosa tersebut, akhirnya saya introspeksi diri apa sih yang kurang dari aplikasi saya. Kalau dilihat dari IPK alhamdulillah tinggi IPK saya, dilihat dari lama lulus alhamdulillah duluan saya, alias waktunya lebih pendek saya. Dilihat dari TOEFL yah kita hampir sama (sama jeleknya) lah tapi tinggian saya dikit (ngeles). Dari pengalaman research, ya karena mata kuliah saya sebagian besar research jadinya lebih banyak saya. Setan dalam hati ya pasti ngomongnya kaya begitu itu biar envy saya makin menjadi hiks. Alhamdulillahnya malaikat hati berusaha untuk mengingatkan ya mungkin itu rejeki mereka, mungkin perusahaan ga butuh perempuan yang banyak, ya mungkin perusahaan ga butuh yang dari jurusanmu, ya mungkin kamu disimpan Allah untuk sesuatu yang jauh lebih baik.

Nah yang terakhir itu selalu berusaha saya camkan di hati dan pikiran, always be positive, right?.  Okey saya memang punya beberapa action plan setelah lulus tapiii ada satu duri yang menghambat paln saya itu yaitu: skor TOEFL yang level tiarap. Memang penyesalan datengnya terakhir yah (kalo di awal namuanya pendaftaran). Kalu mau makan ikan yang enak durinya harus dihilangkan kan ya? oke, jadi cara menghilangkan duri tersebut rencananya sih mau ambil English Course gitu di LIA Tembalang. Waktu mengutarakan maksud hati ini pada ibu eh si ibu malah ngomel dulu (meskipun akhirnya mengijinkan) "kenapa sih ga dari dulu kamu les? malah uangnya dipake buat naik gunung, beli peralatan gunung sekarang baru kerasa kan blablabla...." . Well oke, saya setuju sama ibu, saya menyesal ga les dari dulu tapi kalau yang terakhir ga menyesal wkwk.

Setelah melalui pemikiran panjang dalam hal introspeksi diri ternyata eh ternyata emang CV saya mah apa atuh. TOEFL saya rendah, have no achivement, tinggi badan kurang, dan pastinya kalau dibandingin sama ribuan pelamar di luar sana kalah banget bangeet. Dari kekurangan saya itu akhirnya sampai pada kesimpulan "mana ada yang mau nerima kamu, Nyak, orang CV kamu aja begini, kalau kamu mau dapat pekerjaan bagus ya harus diperbaiki tuh kekurangan kamu". Thats it! harus memperbaiki kekurangan, dan okey seperti paragraf di sebelumnya, saya harus meningkatkan skor TOEFL (karena meningkatkan tinggi badan udah ga mungkin). Seenggaknya dengan TOEFL tinggi bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa (aminin dong) dan jadi dosen, iya kaan?


Sampai detik ini saya merasa kalau dalam hal karir dan jodoh saya tuh sepertinya memiliki kesamaan (biasalah quarter life crisis ngomonginnya ga jauh-jauh dari hal ini) hiks. Kesamaannya yaitu: "ga dapet-dapet" *trus nangis di pojokan*. Kalau kata Pujay saya ini jorok alias jomblo dari orok. ngeselin, tapi bener. Iyasih  di usia yang seperti salah satu judul lagunya my favourite singer ever (Taylor Swift) saya belum pernah pacaran, karena emang dulu ga boleh trus ga ada yang deketin or fall in love with me juga sih (ya ampun kesian banget sih nyak). Oke ini bener-bener curhat yak :" (yo jangan nangis gitu to, makin jeyek aja kalo nangis). Etapiiii,sekarang malah bener bener maunya langsung dilamar ajah, doain yah.

Namun ada pertanyaan sahabat saya yang membuat saya tertohok "lha emang kamu punya nilai plus apa dari cewe lain biar langsung dilamar?" , oiya ya. huaaaa galau lagi *biasaan*. Iya aku bukan ukhti-ukhti dengan jilbab besar dengan segudang hafalan juz yang banyak, yang gamau salaman sama cowo, yang ketawanya paling banter senyum doang, yang rajin berdakwah di sana-sini, yang ibadah sunnahnya komplit, yang gamau diboncengin cowo, yang wajahnya bikin adem kaya ubin masjid, yang badannya semampai, yang kulitnya kaya buah langsat, ah sudahlah I'm not that typical women. Kalau kata Ust Felix Siauw kita harus mengukur diri kita dengan kriteria jodoh yang kita inginkan misalnya nih, mau jodoh yang rajin beribadah yah kita udah rajin beribadah, mau jodoh yang rajin berdakwah ya kita harus rajin berdakwah, mau jodoh yang hafidz ya kita harus hafidzah istilah lainnya memantaskan diri. Nah memantaskan diri ini juga harus diiringi dengan pendekatan pada Pencipta karena Dia lah yang Maha membolak-balikkan hati dan pemilik segala rasa (termasuk rasa cinta). Ibaratnya gini,kamu ada keinginan minta dibeliin sesuatu sama orang tua kan pasti ndektin/ngerayu orang tua dulu kan biar dibeliin, kalau misal kamu anak patuh, baik, nyenengin ortu lah pokoknya pasti dengan senang hati ortu akan membelikan yang kamu mau, kalau sebaliknya yah males pisan orang tua ngabulin permintaanmu. Sama kaya gitu, kalau kita patuh sama Allah, inshaa Allah akan dikabulkan. Ingat ga ada yang sulit dan ga mungkin bagi Allah :")

Nah kemudian saya mengukur diri saya sendiri. Dulu sih pengennya yang macem Fatih Seferagic (kalau gatau gugling ajah), ya ga harus bule juga sih tapi macam dia haha. Trus mikir lagi kayaknya ga pantes lah buat orang kaya gitu abis akunya begini hiks. Akhirnya sekarang bikin lagi kriteria baru yang sekiranya saya juga mampu kaya gitu hoho. Gini-gini saya juga pengen berubah masa anarkis terus wkwk. 

The point is: introspeksi. jangan dikit-dikit envy, dikit-dikit bilang Allah ga adil. Setelah introspeksi lakukan action untuk memperbaiki diri. Ga mungkin perubahan tu langsung besar dan instant jadi tetep istiqomah dan jangan pantang menyerah. Berubahlah demi Dia jangan demi dia. 

Wassalamualikum

Sabtu, 10 Januari 2015

Empat Masalah dan Solusinya

Assalamualaikum.

Sedikit curhat mengenai progres skripsweet. Sedih banget beberapa bulan ini karena sampai sekarangpun masih belum dapat data untuk skripsi huhu. Udah ikhtiar  kemana-mana dari disnaker jawa tengah, disnaker kota Semarang, Perusahaan Outsourcing Citra Produktif, Asosiasi Pengusaha Alih Daya Kota Semarang,  kirim email dan telpon langsung ke ABADI, Kemenakertrans, Bu Iftida Yassar, dan beberapa perusahan outsourcing di luar Semarang masih belum dapat titik terang juga. Kemarin sih ada temen uul yang orang tuanya kerja di Kemenakertrans tapi sampai sekarang masih belum dapat kabar. Paling sedih kemarin udah masukin proposal penelitian dan ijin penelitian ke perusahaan outsourcing CP dan sudah mendapat persetujuan dari atasannya bahwa boleh meminta data dari persahaan ini eh waktu kesana 2x masih belum disediakan datanya . Terus waktu mau ke sana lagi (untuk ketiga kalinya) kan aku telpon dulu datanya udah disediakan belum (biar kalau belum ga sia-sia ke Semarang Bawah) , jawabannya  ternyata belum disediakan datanya dan yang paling menyakitkan adalah aku ga boleh minta no hp pegawai yang sudah menyanggupi memberikan data dan nanti kalau udah siap baru dikabari ke no HPku. Hello dulu waktu aku masukin proposal ma surat ijin penelitian katanya mau dikabari nyatanya engga kan, baru setelah  kesana aku ternyata tau kalau boleh ambil data. Sedih dan kesel, pengen nangiiis soalnya kalu ga dapaat data yang dibutuhkan aku harus ganti topik dan harus ulangi lagi dari awal :"( naudzubillah,, astaghfirullahaladziim.

Bulan Februari aku rencananya magang di BI Jateng sama Intan. Kami sudah mengirimkan proposal dan surat ijin magang dari bulan November 2014, tapi kemarin hari Kamis ngecek langsung ke BI untuk yang kedua kalinya katanya belum diproses dan menunggu Ketua Departemen dahulu. Padahal kata Dian temennya yang juga mau magang di BI untuk bulan Februari 2015 sudah dapat konfirmasi dari BI. Huaaa apa aku dan intan ga diterima magang di BI ya? entahlah. Tapi kami mah nothing to lose aja. Meskipun rasa sedih dan kecewa tetap ada. 

Naah dari situ aku ngerasa kok aku sial dan sengsara banget yaa, semua keinginanku belum ada yang terwujud dan banyak hambatan. Salah apa ya aku?Apa dosaku banyak (ya emang banyak) jadi menghalangi pertolongan Allah. 

Trus kemarin dapat share dari guru Liqo (Mba Cyrin) di grup Whatsupp yang judulnya Empat Masalah dan Solusinya

  1. Jika Anda diuji dengan syahwat dan hawa nafsu periksalah sholat anda. see: QS Maryam : 59
  2. Jika anda merasa keras hati, berperangai akhlak buruk, sial sengsara dan tidak ada kemudahan periksalah hubunganmu dan ibumu dan baktimu kepadanya. see : QS Maryam :32
  3. Jika anda merasa depresi, tertekan dan kesempitan dalam hidup periksalah kembali interaksimu dengan Al-Quran. see: QS.Thaha:124
  4. Jika anda merasa kurang tegar dan teguh di atas kebenaran dan gangguan kegelisahan maka periksalah bagaimana pelaksanaanmu terhadap nasehat dan mauidzah yang engkau dengar . see:QS Annisa:66


Dari keempat point di atas, merasa jleb banget di point 2 karena aku sering banget ditimpa "sial" . Kemudian aku inget-inget lagi gimana hubunganku sama ibuku. Dan ya aku sering bikin ibu sedih karena sikapku :"( . Sekarang aku berjanji pada diri sendiri bahwa aku harus berusaha semaksimal mungkin ga bikin ibu sedih lagi. Walaupun susah tapi Inshaa Allah kalau ada niat pasti ada jalan.

Dan karena aku sudah berikhtiar untuk cari data dan magang di BI tapi jadi tinggal tawakal aja. Bilapun nanti memang ga ada datanya dan aku harus ganti topik semoga diberi kemudahan di topik yang baru :").Dan mengenai magang di BI, kalaupun ga diterima magang I already have another plan for holiday. Aku minta doanya aja ya dari temen-temen biar dikasih jalan yang terbaik. Makasih Sebelumnya :D

Bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. dan bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Allah Maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui apapun .(QS.Al-baqarah:216)



Kamis, 17 April 2014

Home :")

Hai Bloggernistaaa..

Akhir-akhir ini aku agak sebel kalo ditanyain "Nia, kamu udah pindah ya? pindah kemana?" atau "Nia, rumah kamu sekarang dimana sih?". Well pokoknya aku sebel dan ga suka aja kalo misal ditanyain tentang rumah akhir-akhir ini. Emang kenapa sih, bukannya itu pertanyaan standard? . Okey memang itu pertanyaan standard yang biasa kita tanyakan ke orang lain tapi buat aku ENGGAK, mungkin seenggaknya dalam waktu dekat dan akhir-akhir ini. Kenapasih? kenapaaa? Oke, biar aku ceritain dan sekaligus klarifikasi.

Sekitar satu tahun yang lalu tepatnya bulan Juli, orang tuaku menjual (bahkan sepengetahuanku) rumah kami yang berada di jalan tunjungsari no 46 tembalang Semarang atau Rumah Pintar itu dengan alasan yang ga bisa aku ceritain disini. Oke, awalnya aku sedih, aku shock karena ga lama lagi akan meninggalkan tempat tinggal dari aku kecil tentunya penuh kenangan. Aku ga pernah ngebayangin bakalan ninggalin rumah ini :"(. Si empunya rumah yang baru memberi tenggat waktu sampai September. Dengan hasil penjualan rumah, orang tuaku membeli tanah ya kurang lebih 300m2 di daerah mulawarman, alamat lengkapnya mulawarman selatan dalam 1, tanah ini sebagai bakal calon rumah kami yang baru. Uang tersebut juga digunakan untuk membangun sebuah rumah makan yang terletak di pinggir jalan depan gedung E fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Rumah Makan tersebut lantai 2, lantai 1 memang difungsikan sebagai tempat usaha dan lantai 2 difungsikan sebagai hunian, terdapat 3 kamar dan ruangan santai. Bangunan rumah makannya memang cukup sederhana, dan walaupun kalau hujan deras ada beberapa bagian yang bocor dan bila terik, di lantai 2 sangat panas tapi Alhamdulilah masih layak.

Nah di Bulan September, Orangtuaku beserta sepupuku (Mas Chris) dan 2 asisten Ibuku (mas Sulis dan Mas iin) sudah pindah ke rumah makan. Beberpa barang kami yang berada di rumah lama sudah dipindahkan pula ke rumah makan. Sedangkan aku masih tinggal di rumah lama bersama mba dina (mba kosku) tapi perbulan aku bayar kos (iya, aku kos di rumah sendiri) , oiya aku lupa cerita bahwa di rumahku ada beberapa kamar kos jadi si pembeli baru juga membeli rumah beserta anak kos, ya intinya gitu. Ibu ga memperbolehkan aku ikut pindah ke rumah makan karena (1) di rumah makan ga ada kamar lagi, dan ada asisten ibuku yang tinggal disitu jadi pasti anaknya ga nyaman kalo tinggal disitu (2) nemenin mba dina, biar bayar kosnya murah. Mba dina udah dianggep anak sendiri sama ibu soalnya dari jaman kuliah sampai sekarang udah kerja dan udah S2 setia ngekos di Rumah Pintar. Aku sedih soalnya bagi orang yang gatau alasan kenapa aku ga ikut pindah adalah aku tu kemayu, (bahasa indonesianya apa ya) gamau ikut pindah ke rumah makan. Yaudah sih terserah mereka. Aku juga sedih ga bisa berkumpul sama orang tua dan sepupu :(

Pasca rumahku dijual adalah masa-masa yang berat sih buatku dan keluargaku, disini kami harus menghadapi gunjingan orang yang bikin panas telinga dan hati, bahkan aku pernah diteror lewat sama orang terkait masalah di keluargaku. Aku sedih, Aku capek, Aku ga Fokus, dan Aku Down Banget. Dampaknya IPku semster 5 sampai terjun bebas sebebas bebasnya. Untuk pertama kalinya IP semester ga cumlaude tapi Alhamdulilah IPK masih terselamatkan. 

Nah sekarang karena 2 asisten Ibuku udah ga kerja lagi disini, dan mba dina sudah ga ngekos di rumah lama karena Alhamdulilah lolos seleksi cpns dan sekarang bekerja di rs Karyadi, Aku tinggal di rumah makan bersama Orang Tua dan sepupuku. Dan berita baiknya Inshaa Allah bulan Mei, akan dimulai pembangunan rumah kami di mulawarman. Aku berharap segera jadi soalnya tempatnya enak banget deket sawah, pokoknya ga sumpek deh kaya di tembalang. Doakan ya biar cepet jadi :)

setelah dipikir-pikir yang aku alami itu bisa dianalogikan seperti siklus percintaan anak muda masa kini yang diinspirasi oleh kisah nyata xp. Jadi gini , misalkan kamu sudah menjalin hubungan sama orang tapi tiba-tiba dan tanpa kamu sadari pasanganmu diambil orang lain (nah ini sama kaya pas tiba-tiba orangtuaku jual rumah kami tanpa sepengetahuanku). Pasti kamu sedih dan Marah kan, tapi kamu ga bisa berbuat apa-apa lagi untuk merubah agar si dia bisa balik lagi sama kamu. Selanjutnya kamu pasti berusaha untuk move on dan di awal-awal pasti masih susah move on, keingetan dia terus, kebayang masa indah bersamanya wkwkwk (seperti aku yang masih tinggal di rumah lama meski harusnya udah pindah). Pasca putus dan usaha move on memang masa-masa yang berat dan terkadang mengganggu kehidupan akademik kita (seperti pasca rumahku dijual), nah setelah kamu menemukan orang baru yang lebih baik atau seenggaknya kesibukan baru yang bisa bikin kamu lupa tentang masa lalu maka itu berarti kamu sukses move on. Semoga rumahku yang baru nanti bisa bikin aku move on  dari rumah  yang lama beserta kenangannya. Meskipun begitu gabakalan bisa mengahapus kenangan rumah yang lama ataupun kenangan bersama orang yang pernah mengisi hati kita, simpan saja kenangan itu di kotak lalu digembok namun biarkan kuncinya menempel. karena kenangan terlalu indah dilupakan terlalu sedih dikenangkan :)  (paragraf ini  ga penting banget yak wkwkwk)

Home its not about the place its about the people

La Tahzan, Allah always be with you 


Rabu, 15 Januari 2014

I Hate 2013 !!!

Assalamualaikum semua. Semoga kabarnya baik yah. :)


Tak terasa sudah memasuki awal tahun masehi yang baru, which mean ..... *drum roll please* perenungan dan evaluasi tahun 2013!! 

Tahun 2013 menurut saya adalah tahun yang beraaaaaat banget yang pernah saya alami dalam hidup saya.Serius ini bukan melebih-lebihkan atau hiperbola. Banyak banget cobaan dan ujian (responsi, UTS dan UAS)  *plak* .Tak tanggung-tanggung semua aspek di kehidupan saya diuji oleh Allah dari keluarga, persahabatan, akademik, dan ehm ehm (ga usah disebutin) .Mungkin karena watak saya yang masih childish jadi Allah memberikan cobaan hidup yang bertubi-tubi agar saya semakin dewasa dan mampu menghadapi segala permasalahan dengan lebih bijak *bisajadibisajadi* . Doakan saya ya supaya jadi insan yang dewasa, tegar , dan sabar. Intinya saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dar sebelumnya.

So, intinya walaupun aku benci banget sama 2013 but its okay, aku sudah melewatinya dan di tahun 2014 I hope for the best and prepare for the worst :))


Rabu, 20 November 2013

surat sahabat

untuk sahabatku yang sedang berbahagia :)


hai kau, jikalau  masih menganggapku sahabatmu maka jangan permalukanku di khayalak ramai
hai kau, jikalau  masih menganggapku sahabatmu maka jangan meremehkan apa yang ku perbuat
hai kau, jikalau  masih menganggapku sahabatmu maka jangan terus menerus menyakiti hatiku
hai kau, jikalau  masih menganggapku sahabatmu maka jangan kau utamakan egomu
hai kau, jikalau  masih menganggapku sahabatmu maka jangan menghina pendapatku
hai kau, jikalau  masih menganggapku sahabatmu maka dengarkanlah aku

seorang sahabat seharusnya menutup aib sahabatnya 
seorang sahabat seharusnya memotivasi sahabatnya
seorang sahabat seharusnya mengobati luka sahabatnya
seorang sahabat seharusnya peduli dan pengertian kepada sahabatnya
seorang sahabat seharusnya menghargai pendapat sahabatnya 

semoga kau berubah wahai sahabatku :')

Senin, 11 Februari 2013

Bete

Gimana rasanya udah bikinin bekal, tapi ternyata bekalnya dikasih ke orang lain. Ga minta maap lagi.

Sabtu, 02 Februari 2013

Restart




Sabtu, 13 Februari 2010

SI OIM (MIO) KAMBUH LAGI

Hmm....knapa hari ini aq jadi rajin ngeblog ya? mumpung lagi sempet nih. Seneng banget hari senen besok libur..yeyeyy.

Tadi aq ngerasa capekk banget. Mataku rasanya pedes, apalagi kalo di kedipin jadi semakin pedes getoh. Tapi tadi Ibu minta dianterin ke ADA soalnya mo beli Sepatu buat peliharaan adekku yang bandel beudz. Awalnya aq malay banget nganterin ,kan aq lagi cape nih. Setelah berpikir ulang akhirnya aq mau deh nganterin, soalnya aq juga lagi butuh kaos kaki (kaos kakiku yang lama udah molor g jelas gitu).

Jam 5an kita berangkat dengan mengendarai oim (mio). Karena jarum penunjuk bensin berada di warna merah, akhirnya kita ke pom bensin dulu deh. Pas ngisi ibuku turun duluan trus ngeliat ban belakang.

Ibu : "mbak, ban belakangnya kempes, pantesan tadi rada g enak pas ibu naikin"
Aq : (neken2 ban belakang si oim dan ternyata emang kempes) "iya ik, trus gimana?"
Ibu :" Ya ke bengkel lah, mbak!"
Aq :"Ya Allah, hari Rabu minggu kemaren kan baru ditambal, dasar si oim manja. Yaudah deh ke bengkel".

Awalnya aq ke bengkel (tulisannya sih bengkel) tapi setelah aq tanyak:
aq         :" mas, bisa nambal, kan?"
Masnya :"nggak mbak, cuma cuci motor ato mobil. Kalo mau nambal di bawah tol ada mbak!"
         
huh sialan, kenapa tulisannya bengkel coba?
Akhirnya kita ke tempat yang ditunjukin masnya. Yak bener, di bawah tol. Hadoh,,bete pisan nunggu si oim ditambal. Kayaknya ada sekitar 30menitan deh. Gilak g tuh. Mana dipinggir jalan , kaya anak jalanan tau ga? (emang bukan ya?)

Abis maghrib lanjut deh perjalanan ke ADA. Fiuh.

Oiya, tadi pas aq liat home facebook, aq patah hati... huhuhu.. Solanya sahabatku yang dulu deket sama aq (dan sekarang pindah ke luar kota) punya cewe baru. Harusnya aq seneng ya? tapi ga tau nih aq malah ngerasa sebaliknya.  Ntar lebih jelasnya aq tulis di postingan kapan2. *zzzz aq jadi melankolis nih, g mauuu*

Udah ya C_U


Minggu, 31 Januari 2010

NGERASA G DIANGGEP

Pernah ga sih kalian merasa g dianggep? gimana rasanya? kecewa, marah, sebel? itu yang aq alami sekarang.

Nyebelin banget g sih?? udah 2 kali taukk.... sebel-sebel-sebel. hiihh..

Rasanya aq pengen mbunuh orang (eh, beberapa orang ) itu.

Tapi g bisa, solnya mereka itu sahabat-sahabatku. Gimana ya??

Biasanya sih aq suka mendem sendiri. G mau cerita-cerita ke orang lain. Soalnya menerut pengalamanku, g ada orang yang bisa dipercaya. Semuanya ember.

Tapi aq tahu, Allah tuh maha adil.
 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com